Category: Press Releasse

Misionaris GIDI dan Kopkedat Papua Bantu Pelayanan Kesehatan di Korowai

Pelayanan kesehatan yang dilakukan misionari GIDI bersama hamba Tuhan, dan Kopkedat Papua di Kampung Okmakot, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo – Dok Jubi/Agus Pabika.

Danowage  – Misionaris Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dan Komunitas Pelayanan Kemanusiaan Daerah Terpencil (Kopkedat) Papua, melakukan pelayanan kesehatan di tiga kampung di Korowai, menggunakan helivida yang disewa Trevor Chistian Johnson, melalui dana sumbangan dari teman-teman donatur di grup WhatsApp-nya. Baca lebih lanjut

Iklan

LBH Jakarta Kecam Aksi Brutal Kepolisian di Yogyakarta

Rilis Pers

No.1330/SK/LBH/VII/2016

LBH Jakarta Mengecam Keras Aksi Brutal dan Anti Demokrasi yang Dilakukan Oleh Aparat Kepolisian R.I. di Asrama Mahasiswa Papua.

image

Yogyakarta – Jumat, 15 Juli 2016, Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB) berencana mengadakan long march dengan rute Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I (Jl. Kusumanegara) sampai Titik Nol KM, pk 09.00 – selesai. Long March diadakan dalam rangka menyatakan dukungan pada ULMWP untuk menjadi anggota penuh MSG, dan memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis pada Papua Barat. Namun aksi damai ini mendapatkan ancaman dan represi dari aparat kepolisian dan kelompok reaksioner.

Baca lebih lanjut

ULMWP : Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina? Bagaimana Dengan West Papua?

Logo ULMWP - Jubi
Logo ULMWP – Jubi

Jayapura, – Konferensi Tingkat Tinggi KTT Organisasi Kerja Sama Islam OKI sudah berlangsung pada 6-7 Maret di Jakarta, dengan thema “kemerdekaan adalah hak segala bangsa”. Pemerintah Republik Indonesia menyatakan dukungan bagi kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Bahkan,  melalui pertemuan bilateral bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Indonesia menyatakan sudah membuka dan akan meresmikan Konsul Kehormatan Indonesia di Ramallah bulan Maret ini. Komitmen Pemerintah Indonesia mendukung Palestina adalah perwujudan UUD 1945, bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan.

Komitmen Indonesia ini dipertanyakan oleh United Liberation Movement of West Papua (ULMWP). Sebab, disaat yang sama, Pemerintah Indonesia menyembunyikan dirinya dari konflik politik West Papua, sebuah teritori yang direbut paksa tahun 1962, dicaplok secara illegal pada tahun 1969, dan kini masih terus dikuasai dan dijajah dengan praktek kolonialisme yang militeristik dan menyebabkan krisis kemanusiaan akut, perusakan lingkungan, penggerukan Sumber Daya Alam besar-besaran, serta migrasi penduduk Indonesia ke West Papua secara besar-besaran.

“Sejak 1961, bangsa Papua telah berikrar untuk berdiri sendiri sebagai sebuah bangsa dan Negara. Sejak saat itu, rakyat West Papua telah berjuang dengan penuh pengorbanan mencari kemerdekaan dan kedaulatannya selama hampir setengah abat tanpa solusi damai antara West Papua dan Indonesia. Bila pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, pertanyaanya bagaimana dengan West Papua yang telah kehilangan hak kemerdekaan dan kedaulatannya?” tanya Benny Wenda, melalui rilis pers yang dibreitakan Jubi, Selasa (8/3/2016).

ULMWP, tulis Benny Wenda dalam rilis tersebut, sebagai organisasi yang berasosiasi dalam payung perjuangan bangsa Papua Barat yakni United Liberation Movement for West Papua (ULWMP), yang juga anggota observer di organisasi sub-regional MSG (Melanesian Spearhead Group) memandang bahwa sesunguhnya semangat membebaskan Palestina dari pendudukan Israel harus juga disertai dengan semangat mendekolonisasi West Papua.

“Bagaimana bisa Indonesia mendukung kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, sementara bangsa Papua masih menjadi wilayah jajahan Indonesia? Bagaimana bisa Indonesia terlibat aktif dalam penyelesaian damai Palestina di PBB, sembari menolak segala bentuk penyelesaian status politik West Papua secara damai?” tulis Benny Wenda.

ULMWP menegaskan, bila Indonesia ikut mendorong kemerdekaan Palestina di OKI, seharusnya juga Indonesia sebagai Anggota Asosiasi MSG mendorong hak penentuan nasib sendiri bagi West Papua sesuai hasil komunike MSG pada than 2013 lalu.

ULMWP juga mempertanyakan sikap Indonesia yang ikut mendorong OKI dalam berbagai Tim Pencari Fakta di Palestina, namun sebagai “mitra dialog” Pacific Islands Forum (PIF) Indonesia tidak mau membuka akses bagi Tim Pencari Fakta dari Negara-negara Pasifik Selatan ke West Papua sesuai hasil kesepakatan tahunannya di Port Moresby, September 2015?

“Dan lagi, mengapa Pemerintah Indonesia terus menolak desakan ketua MSG, Menasseh Sogavare untuk berdialog dengan ULMWP,” tanya Benny Wenda.

Oleh sebab itu, menurut Benny Wenda, atas nama rakyat West Papua, ULMWP menyampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia, dan seluruh anggota Organisasi Kerja Sama Negara-negara Islam (OKI) bahwa : 1) ULMWP mendukung upaya penyelesaian damai OKI terhadap konflik politik yang berkepanjangan di Palestina dan Israel; 2) ULMWP berharap Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk ikut mencari penyelesaian damai bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua; dan 3) ULMWP juga sangat mengharapkan anggota Negara-negara OKI untuk ikut mendorong Indonesia menghentikan pendudukan illegalnya di West Papua, dan bersama-sama ULMWP menyelesaikan status politik West Papua secara damai. (Victor Mambor)

 

Sumber : tabloidjubi.com