Category: IPTEK

Kekayaan “Peti Harta Karun” di Leher Burung Papua Terungkap

Peneliti mengoleksi spesimen amfibi dan reptilia pada malam hari selama Ekspedisi Lengguru.

Peneliti mengoleksi spesimen amfibi dan reptilia pada malam hari selama Ekspedisi Lengguru.

Media Papua — Kekayaan hayati di wilayah leher burung Papua terungkap lewat Ekspedisi Lengguru, program penelitian yang digagas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), L’Institute de Rechere pur le Development (IRD) Perancis, dan Akademi Perikanan Sorong.

Ribuan spesies tumbuhan dan hewan dari darat, laut, serta bawah tanah diidentifikasi pada wilayah dengan rentang ketinggian -100 hingga 1.200 dpl. Ratusan jenis tumbuhan dan hewan dinyatakan endemik, sementara puluhan di antaranya merupakan kandidat spesies baru.

Gono Semiadi, peneliti dari Museum Zoologi Bogor, mengungkapkan, berdasarkan analisis awal, Lengguru dan Kaimana menyimpan 100 jenis kupu-kupu, 37 jenis capung, 150 jenis jangkrik, 30 jenis amfibi, 50 jenis reptil, 20 jenis kelelawar, dan 8 jenis tikus.

Ikut serta meneliti keragaman ekosistem darat di Lengguru dan Kaimana, Gono juga menguraikan bahwa wilayah itu kaya akan jenis-jenis burung. Terdapat spesies burung dara terbesar dan burung paruh bengkok terkecil. “Lebih kecil dari genggaman,” katanya.

Di antara sejumlah spesies yang ditemukan, 5-10 jenis kupu-kupu, 8 jenis capung, 2 genus dan spesies jangkrik, 10 jenis reptil dan amfibi, 3 jenis kelelawar, serta 7 spesies burung diduga sebagai jenis yang belum pernah dikenal sebelumnya.

Gono SemiadiHipposideros spp, kandidat kelelawar baru dari Lobo.

Sementara itu, dari riset ekosistem laut, peneliti pada Pusat Penelitian Oseanografi, Ucu Yanu Arbi, mengatakan bahwa perairan Lengguru punya 141 jenis karang keras, 60 jenis hewan berkulit duri (echinodermata), serta 300 jenis hewan lunak (mollusca).

“Yang unik, jenis-jenis yang tidak umum di Indonesia ternyata justru mendominasi wilayah Lengguru dan Kaimana,” kata Ucu dalam konferensi pers di Gedung LIPI, Jakarta, Jumat (28/11/2014) hari ini.

Menurut Ucu, keunikan tersebut mungkin terkait dengan daratan yang didominasi wilayah karst serta kawasan Kaimana yang berupa teluk. “Namun, masih dibutuhkan data lebih lanjut untuk mengonfirmasi,” katanya.

Penelitian juga menghasilkan catatan baru tentang koloni lumba-lumba. Ucu dan tim untuk pertama kali menjumpai kawanan lumba-lumba yang terdiri dari 300 ekor. Dua jenis hewan berkulit duri dinyatakan sebagai kandidat spesies baru.

Tumbuhan wilayah Lengguru dan Kaimana juga beragam, mulai dari jenis jambu-jambuan yang berpotensi untuk buah lokal, jahe-jahean yang berfungsi sebagai tanaman obat, serta sejumlah tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman hias.

Lina Jasuwar, peneliti botani LIPI, mengungkapkan bahwa Lengguru dan Kaimana kaya akan jenis anggrek. “Dari 600 jenis tumbuhan yang ditemukan, 400 di antaranya adalah anggrek,” ungkapnya.

Spesimen anggrek yang ditemukan telah dikirim ke Kebun Raya Wamena dan Kebun Raya Bogor. Identifikasi hingga sampai tingkat spesies masih sulit dilakukan untuk beberapa tumbuhan karena dijumpai dalam keadaan steril.

Lengguru.orgCakupan wilayah ekspedisi Lengguru.

Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Rosichon Ubaidillah, mengungkapkan, Ekspedisi Lengguru bertujuan untuk mendata keanekaragaman hayati di wilayah tersebut sekaligus menggali potensinya untuk menjawab kebutuhan manusia.

Nota kesepahaman telah dibuat sebagai dasar kerja sama penelitian untuk memastikan Indonesia mendapatkan manfaat, baik dalam publikasi penelitian, pemberdayaan ilmuwan lokal, maupun pemanfaatan sumber daya alam hayatinya.

Dalam nota kesepahaman, diuraikan pula bahwa sebagian besar analisis dan identifikasi akan dilakukan di Indonesia. “Hanya beberapa spesimen akan kita kirim ke luar negeri karena tidak ada ahli dan peralatannya,” kata Rosichon.

Laurent Pouyoud, peneliti IRD, mengatakan, “Lengguru adalah kawasan yang masih kurang diakses bagaikan peti harta karun. Hingga saat ini, belum ada catatan zoologi dan botani yang menyeluruh.”

“Lengguru ini ekosistem yang cukup kecil dengan keanekaragaman hayati yang banyak. Harus aktif dikembangkan protokol konservasi khusus untuk wilayah-wilayah seperti itu,” tambah Pouyoud yang meneliti Lengguru sejak tahun 2007.

Kekayaan Lengguru harus menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan wilayah secara berkelanjutan. Di tengah ancaman konversi hutan untuk sawit dan tambang, pemerintah daerah harus bisa mempertahankan kelestarian ekosistem.

Menurut Pouyoud, pelestarian alam akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat. “Kalau mau hitung dengan uang gampang. Tapi, di mana pun di dunia, kalau punya lingkungan yang bagus, masyarakat akan terbantu. Tapi, masyarakat juga harus dilibatkan dalam pelestariannya.”

Sumber : http://www.kompas.com

Iklan

Lima Fakta Seputar Windows 10

Logo Windows 8.

Logo Windows 8.

Media Papua,   –Lama dinanti, Microsoft ternyata merilis Windows 10 alih-alih Windows 9 sebagai penerus Windows 8.1. Sistem operasi tersebut ditujukan untuk digunakan di berbagai perangkat, dari mobile, desktop, hingga server.

Banyak yang bertanya-tanya mengapa Microsoft seolah “meloncat” dari Windows 8 langsung ke Windows 10. Menurut Cnet (30/9/2014), dengan penamaan yang melompati satu versi itu, Microsoft mencoba menunjukkan keseriusannya dengan memberikan perubahan yang fundamental di sistem operasi baru itu.

Banyak juga pertanyaan-pertanyaan lain yang ada di dalam benak pengguna, seperti kapan mereka bisa menggunakannya, bagaimana dengan aplikasi-aplikasinya, serta pertanyaan seputar antarmuka dan tombol Start Menu.

Berikut adalah rangkuman singkat tentang fakta-fakta Windows 10 yang dirangkum dari situs Cnet.

1. Upgrade

Pengguna OS Windows bisa mendapatkan sistem operasi Windows 10 tahun depan. Microsoft berencana melucurkan sistem operasi ini setelah ajahg konferensi tahunan Build bagi para pengembangnya. Kemungkinan Windwos 10 meluncur di pertengahan atau akhir tahun 2015.

Namun, jika mereka ingin merasakan lebih dahulu sistem operasi Windows 10 ini, mereka bisa mendaftarkan dirinya dalam Windows Insider Program yang mulai dibuka pada Rabu (1/10/2014) waktu AS. Pendaftaran bisa dilakukan di situs Microsoft dengan URL preview.windows.com

Dengan mengikuti program ini, maka pengguna bisa mendapatkan salinan sistem operasi tahap awal (kemungkinan masih banyak bug). Microsoft juga belum memutuskan berapa harga versi retail untuk OS Windows 10.

2. Aplikasi

Belum banyak hal yang dibagikan oleh Microsoft tentang aplikasi dalam Windows 10. Namun sejauh ini, aplikasi-aplikasi yang akan diluncurkan di Windows 10 bakal bersifat universal, alias bisa dijalankan untuk semua jenis perangkat, mulai dari PC, smartphone, hingga tablet.

Karena itu, developer diwajibkan untuk mengkustomisasi aplikasi buatannya agar bisa berjalan di semua platform, mulai dari segi tampilan hingga bagaimana caranya berjalan di smeua perangkat dengan beragam ukuran layar. Aplikasi-aplikasi tersebut bisa diunduh melalui Windows Store.

3. Antarmuka

Berbeda dengan sistem operasi Windows 8 dimana aplikasi yang dimiliki sepenuhnya dioperasikan dengan layar sentuh, maka di Windows 10 ini sifatnya opsional.

Saat pengguna memasangkan perangkat tabletnya dengan sebuah docking keyboard, maka antarmuka yang ditampilkan berupa tampilan desktop standar komplit dengan tombol Start yang kembali hadir.

Begitu docking keyboard dilepas, maka pengguna akan mendapatkan antarmuka layar sentuh layaknya Windos 8.

Dengan fitur antarmuka Snap, pengguna juga bisa menampilkan lebih dari satu aplikasi dalam satu jendela. Microsoft menambahkan dukungan kuadran layout dimana pengguna bisa menampilkan empat jendela aplikasi sekaligus yang berjalan bersamaan.

Terdapat juga dukungan untuk beragam antarmuka desktop. Dengan demikian, pengguna bisa beralih dari satu antarmuka aplikasi yang sedang berjalan ke antarmuka desktop dengan mudah.

4. Tombol Start menu

Seperti disinggung di atas, tombol Start menu telah dihadirkan kembali oleh Microsoft di lyar desktop-nya. Tombol tersebut kembali menempati posisi sakralnya selama ini, di pojok kiri bawah.

Namun yang berbeda kali ini, tampilan Start Menu yang diusung Microsof dalam Windows 10 merupakan gabungan dari Windows 7 dan Windows 8.

Selain menampilkan daftar shortcut ke berbagai aplikasi, Start menu tersebut juga memiliki bagian yang menampilkan jendela Live Tiles, yaitu menu kotak-kotak khas Windows 8.

5. Dukungan perangkat

Belum pasti apakah semua perangkat Windows saat ini yang beredar akan mendukung Windows 10 atau tidak. Microsoft mengembangkan Windows 10 dari basis Windows 8.1 yang telah mengusung komputasi 64-bit.

Dengan demikian, beberapa prosesor lawas tidak lagi didukung oleh sistem operasi baru Microsoft ini. Namun untuk PC, Windows 10 akan bisa dijalankan dalam sistem yang belum terlalu lama.

Kesimpulannya, jika Anda membeli perangkat Windows yang diluncurkan saat ini hingga satu tahun mendatang, besar kemungkinannya perangkat tersebut bisa dipasangi Windows 10.

 

Sumber : kompas.com

Editor: Reza Wahyudi

 

 

 

Tanggal Perilisan HTC Nexus 9 Diperkirakan Jatuh pada 16 Oktober

Tanggal Perilisan HTC Nexus 9 Diperkirakan Jatuh pada 16 Oktober

Media Papua,  –Tablet HTC Nexus 9 alias Volantis memang sudah dirumorkan sejak lama, bahkan sejak pertama kali aksesoris casing Bluetooth keyboard tablet tersebut bocor secara online.

Sayangnya hingga saat ini memang waktu perilisan tablet tersebut masih misterius. Informasi terbaru mengungkap bahwa penemu MoDaCo Paul O Brien memperkirakan bahwa perilisan Nexus 9 akan terjadi pada tanggal 16 Oktober mendatang. Nexus 9 sendiri diperkirakan akan menawarkan layar ukuran 9 inch, ditenagai oleh Nvidia Tegra K1, dan beroperasi menggunakan platform terbaru Google, Android L.

via phonearena, twitter.

 

Sumber : TeknoUp.com