IS-UKAM tolak pertambangan emas ilegal beroperasi di Pegubin dan Yahukimo

 Pengurus IS-UKAM saat menunjukkan surat pernyataan sikap – Dok.Jubi.

 

Yahukimo,  – Ikatan Suku Besar Una, Kopkaka, Arumtap, Arupkor, Mamkot, Momuna (IS-UKAM) Papua, menduga ada pertambangan emas ilegal yang beroperasi di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) dan di Distrik Suntamon, Kabupaten Yahukimo.

Disampaikan Sekretaris IS-UKAM, Timeus Aruman, sesuai isi surat pernyataan sikap yang mereka buat, lokasi tambang emas tersebut ditemukan PT Brantas, ketika mengerjakan jalan penghubung Dekai, Kabupaten Yahukimo, menuju Oksibil, Kabupaten Pegubin.

“Kuat dugaan, pihak PT Brantas memberitahukan lokasi itu ke salah satu pengusaha di Yahukimo,” katanya, Kamis (19/01/2018), di Dekai.

Lanjutnya, setelah dilakukan riset dan uji coba, ternyata benar di lahan tersebut terdapat kandungan emas.

“Pengusaha tersebut kemudian mendatangkan pekerja dari Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan,” tuturnya.

Menurut Aruman, mereka sempat menanyakan terkait aktivitas penambangan yang telah berlangsung selama kurun waktu tiga bulan tersebut, kepada pengusaha tambang. Namun jawaban yang mereka terima, di lokasi itu sedang ada pembangunan perumahan masyarakat Korowai.

“Diduga kedoknya itu. Katanya ada pembangunan gereja juga,” sampainya.

Tambahnya, setelah masyarakat adat yang tergabung dalam IS-UKAM, pemerintah setempat, anggota DPRD, dan pihak keamanan mengecek lokasi, ternyata benar penambangan tersebut beroperasi tanpa mengantongi izin.

“Mereka menipu kami. Aktivitas tambang tersebut ilegal. Kami minta segera ditutup dan pekerjanya dipulangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Una-Ukam, Yakobus Kisamlu, mengatakan tanah yang dimasuki dan dikelola tanpa izin, jelas melanggar Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

“Kami tolak penambangan ilegal, karena mereka masuk tidak melalui pintu tetapi melalui jendela. Mereka masuk sebagai pencuri,” tegasnya. (*)

Bersamaan dengan penolakan tersebut, masyarakat adat yang tergabung dalam IS-UKAM, menyatakan pernyataan sikap berisi lima poin, yang mendesak aktivitas pertambangan itu segera dihentikan.

Berikut kelima poin pernyataan sikap yang ditanda-tangani pengurus IS-UKAM dan ketujuh tokoh adat Suku Una, Kopkaka, Arumtap, Arupkor, Mamkot, dan Momuna.

1. Kami menyatakan pendulangan emas di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pengubin dan Distrik Suntamon Kabupaten Yahukimo adalah ilegal. 

2. Masyarakat UKAM sebagai hak ulayat menolak pelaku pendulang. 

3. Semua perusahaan, toko, kios, warung, dan heli yang mendukung kegiatan pendulangan emas sebagai fasilitator, administrator, dan perantara, segera berhenti.

4. Sementara ini PT Brantas berhenti bekerja, karena mereka adalah aktor di balik pendulangan emas.

5. Jika tidak mengindahkan permintaan ini, maka kami akan bertindak secara hukum adat. 

Diambil dari www.tabloidjubi.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s