Seorang Warga Wamena Tewas Setelah Dianiaya Oknum Satpol PP

Rumah warga yang terbakar di kompleks Baliem Cottage Wamena - Jubi/Islami
Rumah warga yang terbakar di kompleks Baliem Cottage Wamena – Jubi/Islami

Jayapura,  – Seorang warga Kota Wamena tewas setelah dianiaya oleh oknum anggota Satpol Pamong Praja (Satpol PP) dan anggota Polres Jayawijaya.

“Korbannya bernama Arnold Alua. Dia sedang tidur, tiba-tiba oknum anggota Satpol PP dan Polisi datang menggerebek rumahnya di kompleks Baliem Cottage. Lalu mengeroyoknya. Dia tewas hari Senin pagi jam 18.13 WP,” kata Pater John Jonga, aktivis Hak Asasi Manusia di Wamena.

Lanjut Pater, kejadian penganiayaan itu terjadi hari Minggu pukul 23.15. Saat ini jenazah korban yang berusia 23 tahun masih berada di RSUD Wamena.

“Keluarga korban menunggu upaya advokasi dan penyelesaian hukum. Menurut keluarga, Arnold dianiaya karena diduga sebagai anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB),” lanjut Pater John.

Dikabara  tabloidjubi.com, Kapolres Jayawijaya AKBP. Semmy Ronny TH Abaa membenarkan adanya korban meninggal dunia. Namun ia mengatakan kejadian tersebut terjadi menyusul perlawanan masyarakat yang hendak diamankan oleh polisi.

“Kejadian awal antara Pol PP dan masyarakat yang mabuk yang melakukan perlawanan waktu hendak diamankan untuk pulang.TKPnya persis di dekat Pos Pol PP kabupaten,” ujar Kapolres saat di konfirmasi Jubi, Senin (25/04/2016).

Namun, lanjut Kapolres, karena ada perlawanan ini anggota Satpol PP minta dukungan anggota polisi.

“Sementara penanganan masih dilakukan Polres Jayawijaya untuk lokalisir dan antisipasi konflik susulan karena sudah membias ke masyarakat pendatang yang kebetulan lewat,” jelas Kapolres.

Usai kejadian yang menewaskan Arnold Alua, Bupati Kabupaten Jayawijaya, Wempi Wetipo memerintahkan satuan polisi pamong praja bersama kepolisian dan juga TNI untuk membongkar, sekaligus membakar rumah yang dibangun masyarakat di kawasan Baliem Cottage, Wamena.

“Lokasi tersebut milik pemerintah dan akan dibangun perumahan pejabat eselon, tahun lalu kami sudah perintahkan agar warga yang tinggal di lokasi itu untuk keluar, tetapi mereka masih tingal dan jual minuman terus tikam orang lagi saat ini, jadi saya perintahkan untuk segera bongkar dan bakar agar jangan lagi kembali ke situ,” tegas Bupati Wempi. dikutip jubi. (mp/jubi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s